Studi Kasus: Saat CEO AirBnB “Mewakili” Sebagai Pembawa Pesan Korporat

Rebranding 1merupakan langkah strategis yang penting bagi perusahaan, terutama dalam konteks komunikasi korporat. Sebagai salah satu platform penyewaan akomodasi terkemuka, Airbnb telah merasakan kebutuhan mendesak untuk melakukan rebranding untuk menjaga relevansi dan meningkatkan citra di masyarakat. Dengan persaingan yang semakin ketat dan perubahan perilaku konsumen yang signifikan, Airbnb menghadapi tantangan dalam membangun kepercayaan di kalangan pengguna dan pemilik properti. Transformasi ini bukan hanya tentang logo atau slogan baru, tetapi juga tentang menciptakan kembali narasi yang tepat terkait nilai dan misi perusahaan.
Tantangan utama yang dihadapi Airbnb adalah bagaimana mempertahankan keunggulan kompetitif sambil menjaga reputasi yang baik dalam industri yang sering kali mengalami kontroversi. Misalnya, isu terkait keamanan, privasi, dan dampak terhadap komunitas lokal telah menjadi sorotan. Dalam konteks ini, komunikasi yang efektif menjadi kunci untuk menyampaikan pesan-pesan yang relevan dan membangun kepercayaan. Rebranding yang dilakukan oleh Airbnb bertujuan untuk menunjukkan komitmen perusahaan terhadap hal-hal tersebut dan meningkatkan engagement dengan audiens yang lebih luas.
Brian Chesky, CEO Airbnb memegang peran yang sangat vital dalam proses rebranding ini. Sebagai wajah dari perusahaan, tindakan dan komunikasi Chief Executive Officer (CEO) dapat sangat memengaruhi persepsi publik. Dalam era di mana konsumen lebih memilih untuk terhubung dengan individu dibandingkan dengan sebuah merek, kehadiran CEO sebagai juru bicara yang dapat dipercaya menjadi lebih penting daripada sebelumnya. Melalui strategi komunikasi yang transparan dan responsif, Airbnb tidak hanya berusaha untuk membangun citra positif, tetapi juga me-retreat hubungan yang lebih kuat dengan komunitas dan penggunanya di seluruh dunia.
Peran CEO dalam Komunikasi Korporat dan Rebranding
Dalam era digital saat ini, peran CEO dalam komunikasi korporat dan rebranding tidak dapat dipandang sebelah mata. Sebagai pimpinan tertinggi Airbnb, Brian Chesky, telah menjadi wajah perusahaan dan mengkomunikasikan nilai-nilai inti serta visi mereka melalui berbagai saluran. Dengan memanfaatkan platform media sosial, wawancara, dan forum publik, Chesky tidak hanya menyampaikan pesan perusahaan, tetapi juga menciptakan kedekatan manusiawi dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
Salah satu langkah signifikan yang diambil oleh Chesky adalah transparansi dalam komunikasi. Dalam beberapa kesempatan, ia berbicara tentang tantangan yang dihadapi oleh Airbnb serta strategi untuk mengatasi masalah tersebut. Pendekatan ini tidak hanya menunjukkan kejujuran, tetapi juga menciptakan kepercayaan di antara pengguna. Ketika CEO berbicara dari hati dan berbagi pengalaman pribadi, konsumen lebih mungkin merasa terhubung secara emosional dengan merek, yang sangat penting dalam menciptakan loyalitas.
Di Airbnb, komunikasi korporat bukan lagi fungsi pendukung. Ia adalah merek itu sendiri. Evolusi ini tidak dimulai sebagai strategi komunikasi namun muncul dari realitas struktural. Airbnb beroperasi di persimpangan teknologi, perumahan, tenaga kerja, dan pemerintahan lokal—ranah di mana kontroversi tak terhindarkan dan keheningan diartikan sebagai penghindaran. Pedoman komunikasi korporat tradisional, yang dibangun untuk stabilitas dan prediktabilitas, tidak cocok untuk bisnis yang legitimasinya terus-menerus dipertanyakan.
Keputusan Brian Chesky untuk memposisikan dirinya sebagai komunikator utama Airbnb bukan sekadar pilihan kepemimpinan. Itu adalah kalibrasi ulang tentang bagaimana otoritas korporat dibangun. Alih-alih berbicara melalui siaran pers dan validasi pihak ketiga, Airbnb semakin berkomunikasi secara langsung, seringkali dalam sudut pandang orang pertama, seringkali dalam bentuk panjang, dan seringkali dengan nada emosional yang tidak terpikirkan dalam komunikasi korporat satu dekade lalu.
Selain itu, Chesky juga aktif dalam mendengarkan umpan balik dari pengguna. Melalui pengenalan fitur baru dan perbaikan layanan, ia menunjukkan bahwa perusahaan menghargai suara konsumen. Hal ini menjadi bagian integral dari strategi komunikasi yang diarahkan oleh CEO dan pada akhirnya berkontribusi pada citra merek yang positif. Dengan menciptakan dialog dua arah, Airbnb berhasil menjalin hubungan yang lebih erat dengan para pelanggan mereka.
Tidak hanya memfokuskan pada aspek komunikasi eksternal, tetapi Chesky juga memperhatikan komunikasi internal. Memastikan bahwa tim karyawan memahami visi dan nilai merek adalah kunci untuk mendorong performa kooperatif. Dengan mengedepankan budaya perusahaan yang inklusif, Airbnb mampu menjaga semangat tim dan, pada gilirannya, menghasilkan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna. Dalam hal ini, peran CEO sebagai pemimpin yang efektif dan komunikator yang handal jelas terlihat.
Strategi Rebranding Komunikasi yang Diterapkan oleh Airbnb
Rebranding adalah proses penting dalam membangun dan memperkuat citra perusahaan, dan Airbnb telah menerapkan berbagai strategi komunikasi inovatif untuk mencapai hal ini. Salah satu evolusi paling mencolok dalam pesan pemasaran mereka adalah transformasi dari sekadar platform untuk pemesanan penginapan menjadi penyedia pengalaman unik. Dengan mengedepankan tema “Kebersamaan dan Pengalaman,” Airbnb telah berhasil menarik perhatian konsumen yang mencari lebih dari sekadar tempat tinggal, tetapi juga kesempatan untuk terhubung dengan komunitas lokal.
Media sosial berfungsi sebagai saluran penting dalam strategi rebranding mereka. Airbnb memanfaatkan berbagai platform untuk berbagi cerita pengguna, menampilkan pengalaman nyata yang dialami oleh tamu dan tuan rumah. Konten ini tidak hanya berfungsi untuk membangun kredibilitas, tetapi juga menciptakan rasa memiliki di kalangan pelanggan. Interaksi yang aktif di media sosial menciptakan dialog langsung antara Airbnb dan konsumennya, yang memberikan kesempatan untuk mendapatkan umpan balik dan menjawab pertanyaan secara real-time.
Penggunaan pendekatan baru dalam berinteraksi dengan pelanggan juga sangat penting dalam proses rebranding. Tim komunikasi Airbnb mengintegrasikan pendekatan yang lebih personal, di mana mereka mendengarkan dan memahami kebutuhan pelanggan. Hal ini terlihat dari adanya perubahan dalam komunikasi internal yang berfokus pada kohesi antar departemen. Dengan menciptakan keselarasan di seluruh organisasi, brand image yang dibangun menjadi lebih konsisten dan menyeluruh. Karyawan didorong untuk menjadi brand ambassador yang mengimplementasikan nilai-nilai perusahaan dalam semua interaksi dengan pelanggan.
Secara keseluruhan, efektivitas strategi komunikasi yang diterapkan oleh Airbnb dapat dilihat dari teknik pemasaran yang inovatif, penggunaan media sosial yang tepat, serta pendekatan proaktif dalam interaksi dengan pelanggan.
Dampak Rebranding terhadap Kinerja dan Persepsi Konsumen
Setelah meluncurkan inisiatif rebranding, Airbnb mengalami dampak positif yang signifikan terhadap kinerja dan persepsi konsumen. Salah satu indikator utama yang menunjukkan keberhasilan rebranding ini adalah peningkatan popularitas merek. Data menunjukkan bahwa dalam beberapa bulan setelah perubahan, jumlah pengunjung situs web Airbnb meningkat tajam, serta terdaftar dalam indeks pencarian Google. Ini mengisyaratkan bahwa strategi komunikasi baru yang diterapkan oleh perusahaan berhasil menarik perhatian lebih banyak potensial pengguna.
Pertumbuhan pengguna yang substansial juga terlihat sebagai dampak lanjutan dari usaha rebranding ini. Banyak konsumen mulai merasakan pergeseran dalam citra Airbnb menjadi lebih ramah dan inklusif, yang jelas berkontribusi terhadap peningkatan jumlah pengguna baru. Di sisi bisnis, Airbnb juga mencatat pendapatan yang bagus pada tahun 2025 dengan momentum yang kuat, memberikan pertumbuhan dua digit di seluruh metrik pendapatan utama kami selama kuartal keempat. Laporan finansial Q4 2025 Airbnb menyebutkan bahwa pendapatan mereka akan mencapai sebesar US$2,59 miliar hingga US$2,63 miliar pada Q1 2026.
Dengan komitmen pada pengalaman pengguna yang lebih baik dan dukungan bagi host, banyak pelancong sekarang lebih memilih Airbnb dibandingkan dengan layanan lain, yang sebelumnya merupakan pesaing utama. Kepuasan pelanggan adalah aspek lain yang sangat penting untuk diperhatikan. Menurut survei terbaru, banyak pelanggan yang mengungkapkan pengalaman positif mereka, terutama berkenaan dengan komunikasi yang lebih transparan. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan komunikasi dan pendekatan pemasaran Airbnb dapat menciptakan persepsi merek yang lebih baik di antara pengguna. Sebuah studi menunjukkan bahwa 75% konsumen merasa lebih terhubung dengan Airbnb setelah perubahan tersebut, menandakan bahwa penerapan strategi rebranding tidak hanya berhasil dari sisi bisnis tetapi juga dalam membangun hubungan emosional dengan pelanggan.
Dengan menjelajahi hasil dari rebranding ini, tentu terdapat pelajaran yang bisa diambil oleh perusahaan lain yang ingin melakukan langkah serupa. Utamanya adalah nilai penting komunikasi yang efektif dan menyesuaikan citra merek dengan harapan konsumen. Dengan demikian, rebranding bukan hanya soal mengubah visual tetapi juga soal merubah persepsi.
- Rebranding adalah proses strategis memperbarui atau mengubah identitas merek—termasuk logo, nama, desain, visi, misi, dan strategi pemasaran—yang sudah mapan untuk menciptakan citra baru yang lebih relevan, modern, atau berbeda di benak konsumen. ↩︎
Penulis: Aditya Wardhana
