Menangkal Erosi Kepercayaan Publik: Rekomendasi Gregg Feistman bagi Akademisi dan Institusi

Fenomena penyebaran informasi keliru yang mengatasnamakan karya ilmiah tidak hanya memperparah misinformasi, tetapi juga menimbulkan persoalan lebih besar terkait hak cipta, perlindungan kekayaan intelektual, serta kredibilitas penulis dan institusi mereka. Gregg Feistman, Professor of Practice, Public Relations di Temple University, Philadelphia, Pennsylvania, Amerika Serikat menegaskan bahwa dampak beruntunnya merembet hingga pada kepercayaan terhadap lembaga akademik.
Menurut Feistman, “semua ini terus mengikis kepercayaan publik terhadap sains dan fakta, serta menyulitkan masyarakat membedakan mana yang benar dan mana yang tidak.” Ia mengingatkan bahwa tren ini mungkin tidak akan hilang sepenuhnya, tetapi kerusakan reputasi dan kredibilitas dapat diminimalkan jika akademisi, ilmuwan, dan institusi bertindak proaktif.
Mengapa Isu Ini Genting
- Misinformasi yang terlembagakan: Konten palsu yang menyerupai publikasi ilmiah memberi legitimasi semu.
- Risiko hukum dan etika: Pelanggaran hak cipta dan kekayaan intelektual dapat merugikan peneliti sekaligus institusinya.
- Kredibilitas runtuh berantai: Citra penulis, reviewer, jurnal, dan universitas saling berkait—keretakan pada satu titik berdampak sistemik.
Langkah Praktis yang Disarankan Feistman
- Aktifkan pemantauan rutin: Buat peringatan mingguan melalui Google Alerts dan forum elektronik lain untuk nama Anda, topik riset, dan judul makalah.
- Libatkan pustakawan universitas: Minta pustakawan memantau serta mengumumkan secara kampus-besar jika ditemukan entri atau jurnal palsu.
- Bangun jejaring kewaspadaan lintas kampus: Diskusikan isu ini dengan kolega di universitas lain untuk berbagi kesadaran dan praktik penanggulangan institusional.
- Bersikap vokal saat terdampak: Jika nama atau karya Anda disalahgunakan, umumkan secara terbuka—misalnya lewat LinkedIn dan forum akademik.
- Angkat isu di konferensi ilmiah: Masukkan topik ini dalam sesi presentasi atau panel untuk memperluas literasi publik dan akademik.
- Hubungi kanal yang memuat konten palsu: Minta mereka menghapus materi tersebut dari situsnya.
- Tempuh jalur hukum bila perlu: Jika permintaan penghapusan diabaikan, koordinasikan dengan bagian legal institusi untuk opsi tindakan hukum.
Rekomendasi Implementasi di Tingkat Institusi
- Kebijakan respons insiden: Susun SOP pelaporan, verifikasi, dan respons dalam 24–72 jam.
- Repositori resmi karya ilmiah: Pastikan ada halaman verifikasi publikasi dan identitas penulis (ORCID, DOI, profil institusi).
- Pelatihan literasi informasi: Program berkala bagi dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan tentang deteksi jurnal/konferensi predator.
- Koordinasi komunikasi krisis: Siapkan template pernyataan publik, FAQ, dan saluran klarifikasi media.
- Audit merek digital: Lindungi nama institusi dan fakultas dengan penataan SEO, pendaftaran domain serupa, dan kebijakan penggunaan logo.
Penutup
Mencegah erosi kepercayaan publik menuntut kewaspadaan yang konsisten dan kolaborasi antarpemangku kepentingan. Dengan langkah-langkah konkret yang disarankan Gregg Feistman, komunitas akademik dapat mengurangi dampak misinformasi, menjaga integritas ilmiah, dan memperkuat kepercayaan masyarakat.
