Memahami Brainstorming Tool untuk Praktisi PR

Apakah yang Anda pahami mengenai istilah brainstorming tool atau perangkat brainstorming? Istilah ini mengarah pada program perangkat lunak yang dirancang untuk membantu para praktisi Public Relations (PR) menghasilkan dan mengatur ide-ide baru, terlepas dari kebutuhan bisnis atau industri spesifik tertentu. Dengan mengurutkan ide-ide Anda di satu tempat, alat brainstorming memudahkan Anda untuk menilai tujuan (baik itu ide produk baru atau posisi merek), memfokuskan pada saran, dan menentukan langkah terbaik selanjutnya.
Jenis utama alat brainstorming
Program mind-mapping atau peta pikiran dan program whiteboard atau papan tulis adalah dua jenis alat brainstorming yang paling umum. Mind-mapping membuat diagram pemikiran dan ide dengan menghubungkannya ke pemicu pusat. Misalnya, Anda dapat menggunakan peta pikiran untuk melakukan brainstorming cara mempromosikan acara penjualan, dengan acara penjualan di tengah dan cabang-cabang yang mengarah ke saluran promosi seperti media sosial, email, dan surat langsung. Sementara itu whiteboard cenderung menggabungkan teknik brainstorming di luar peta pikiran, seperti alat manajemen proyek. Program papan tulis digital dapat membantu Anda mengambil peta pikiran untuk acara penjualan Anda.
Fitur yang perlu dicari dalam alat brainstorming
Brainstorming tool memiliki banyak fitur, jadi pastikan untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan. Harganya pun berbeda sesuai dengan fitur yang dimilikinya. Nah, sebelum memilih brainstorming tool sebaiknya Anda menentukan kriteria apa saja yang seharusnya tersedia:
- Fungsi kolaborasi. Beberapa format brainstorming dapat berjalan baik jika dipakai sendiri dan ada pula yang dapat digunakan untuk berkolaborasi dengan tim secara real-time. Apakah Anda perlu mengintegrasikan tugas dengan aplikasi lainnya. Anda perlu menentukan sedari awal.
- Integrasi yang kompatibel. Pastikan alat brainstorming menawarkan integrasi yang diinginkan dengan produk yang mungkin sudah Anda gunakan setiap harinya (misalnya, Google Calendar, Microsoft 365, dan perangkat lunak manajemen proyek lainnya).
- Kustomisasi visual. Sebagian besar platform brainstorming ramah pengguna dan memiliki alat drag-and-drop yang intuitif. Namun balik lagi ke kebutuhan Anda, apakah menginginkan yang bisa diubah-ubah atau menggunakan template yang sudah ada.
- Fitur AI. Beberapa perangkat lunak menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan peta pikiran yang rumit dari satu perintah, sementara perangkat lunak lain menggunakan AI untuk meringkas ide-ide yang disajikan dalam sesi brainstorming.
referensi : shopify.com
Penulis: Aditya Wardhana
