8 Jenis Public Relations untuk Membangun Citra Perusahaan
Public relations (PR) merupakan bidang yang berperan penting dalam membangun dan mempertahankan citra positif sebuah organisasi di mata publik. Dalam praktiknya, PR bukanlah satu kesatuan yang monolitik, melainkan terdiri dari berbagai jenis dengan fokus dan fungsi yang berbeda-beda. Setiap jenis PR memiliki cara kerja dan tujuan tersendiri, namun semuanya bermuara pada satu hal: menciptakan persepsi yang baik terhadap brand atau organisasi.
Memahami berbagai jenis public relations akan membantu organisasi menentukan pendekatan yang paling tepat sesuai dengan kebutuhan dan tujuan strategisnya. Berikut adalah delapan jenis public relations beserta fungsinya masing-masing yang dirangkum SEQARA Communications:

1. Media Relations
Media relations merupakan aspek public relations yang berfokus pada interaksi dengan jurnalis, reporter, penyiar, dan anggota media lainnya untuk membangun hubungan yang positif. Tujuan utama dari media relations adalah memperkuat citra perusahaan melalui pemberitaan media yang menguntungkan.
Tim PR dapat mencapai tujuan ini dengan berbagai cara, misalnya mengirimkan siaran pers (press release) ke media, menawarkan ide atau sudut cerita tentang perusahaan, hingga memberikan komentar atau opini ahli terkait berita yang relevan dengan industri. Hubungan baik dengan media menjadi aset berharga karena liputan yang positif dari pihak ketiga cenderung lebih dipercaya publik dibandingkan iklan konvensional.
2. Strategic Communications
Strategic communications melibatkan koordinasi berbagai upaya PR untuk memastikan pesan yang disampaikan kepada publik tetap konsisten. Jenis PR ini membantu organisasi mencapai tujuan dan inisiatif strategisnya secara lebih efektif dengan menata setiap upaya public relations menjadi satu kesatuan yang koheren.
Untuk menjalankan strategic communications dengan baik, tim PR perlu memahami kepentingan strategis organisasi agar dapat menyusun strategi yang menyeluruh. Tim juga dapat terus memperbarui pesan yang disampaikan agar selalu selaras dengan prioritas perusahaan yang mungkin berubah dari waktu ke waktu.
3. Community Relations
Community relations adalah proses membangun hubungan positif antara organisasi dengan komunitas lokal di sekitarnya. Jenis PR ini berfokus pada penggunaan berbagai kampanye untuk menunjukkan bahwa organisasi memahami kebutuhan komunitasnya.
Sebagai contoh, sebuah dealer mobil dapat menyewa firma PR untuk menyusun pesan yang berorientasi pada komunitas dan merencanakan acara cuci mobil gratis guna mempererat ikatan dengan masyarakat setempat. Kepolisian dan lembaga lain yang sering berinteraksi dengan publik juga kerap menggunakan community relations untuk memperbaiki citra dan memperluas dukungan publik.
4. Public Affairs
Public affairs merupakan bentuk public relations yang berkaitan dengan upaya melobi atau meyakinkan pejabat pemerintah untuk menerapkan kebijakan tertentu atau mengesahkan undang-undang. Jenis ini juga dapat berfokus pada upaya menciptakan perubahan publik melalui pembangunan hubungan dengan politisi dan para pengambil keputusan lainnya.
Perusahaan besar dan kelompok kepentingan, seperti organisasi nirlaba, sering kali menyewa firma PR untuk mengelola public affairs. Tim yang menangani bidang ini biasanya bertanggung jawab melakukan riset terhadap berbagai isu, mengatur pertemuan dengan anggota pemerintahan, serta menyusun laporan untuk dibagikan kepada mereka.
5. Internal Communications
Internal communications berfokus pada penciptaan hubungan positif antara organisasi dan karyawannya. Jenis PR ini membantu menyelaraskan kepentingan karyawan dan manajemen untuk meningkatkan kepuasan kerja serta mengurangi tingkat pergantian karyawan (turnover).
Komunikasi internal yang baik juga dapat membantu organisasi meningkatkan efisiensi dan memperbaiki proses internal, yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas. Internal communications juga sangat berguna ketika perusahaan berencana menerapkan suatu perubahan. Misalnya, perusahaan yang akan mengotomatisasi sebagian proses kerjanya dapat meminta tim PR untuk membuat video berisi penjelasan dari para pimpinan perusahaan mengenai perubahan tersebut.
6. Online and Social Media Communications
Jenis public relations ini bertujuan meningkatkan jangkauan publik dengan memanfaatkan internet dan platform media sosial. Para spesialis PR menggunakan media sosial untuk mempromosikan reputasi perusahaan, memperoleh masukan dari pelanggan, serta menarik pelanggan baru.
Mereka dapat mempromosikan produk atau layanan baru maupun merilis pembaruan kepada publik melalui kanal daring. Online and social media communications sangat bermanfaat bagi tim PR dengan anggaran terbatas, karena media ini berpotensi menjangkau audiens yang luas tanpa biaya sebesar media tradisional.
7. Crisis Communications
Crisis communications adalah jenis public relations khusus yang bertujuan menangani situasi darurat. Sebagai contoh, organisasi yang meluncurkan produk cacat dapat menyewa firma PR untuk membantu mengatasi persepsi publik yang negatif terhadap mereknya.
Dalam menangani krisis, tim PR akan menilai situasi dan mempertimbangkan berbagai strategi untuk membantu organisasi memperbaiki citranya. Para spesialis PR juga dapat secara proaktif terlibat dalam manajemen krisis dengan menyusun rencana untuk menghadapi berbagai tantangan spesifik yang mungkin terjadi di masa depan.
8. Social Responsibility
Bidang PR ini berfokus pada peningkatan reputasi organisasi melalui pengembangan strategi untuk menunjukkan tanggung jawab etis, lingkungan, dan sosialnya. Tidak jarang, jenis public relations ini berdampak langsung pada praktik bisnis organisasi.
Sebagai contoh, perusahaan yang menerapkan strategi PR social responsibility mungkin berkomitmen untuk menjadi netral karbon (carbon neutral) dalam lima tahun ke depan atau menyumbangkan sebagian dari keuntungannya untuk membantu mereka yang membutuhkan. Pendekatan semacam ini tidak hanya meningkatkan citra, tetapi juga membangun kepercayaan jangka panjang publik terhadap organisasi.
Menyusun Strategi PR yang Tepat
Kedelapan jenis public relations di atas tidak harus dipilih secara eksklusif. Sebuah organisasi dapat menggabungkan beberapa jenis PR sekaligus sesuai dengan situasi dan sasaran yang ingin dicapai. Misalnya, perusahaan yang sedang berkembang dapat menjalankan media relations untuk meningkatkan visibilitas sekaligus internal communications untuk menjaga keterlibatan karyawan.
Kuncinya adalah memahami tujuan strategis organisasi secara menyeluruh, lalu memetakan jenis PR mana yang paling relevan untuk mendukung tujuan tersebut. Dengan pendekatan yang tepat dan terkoordinasi, public relations dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk membangun citra positif, memperkuat hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan, dan mendukung pertumbuhan organisasi dalam jangka panjang.
