Tips PR: Memaksimalkan Kecerdasan Naratif

Istilah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mungkin sudah biasa kita dengar sehari-hari. Namun istilah kecerdasan naratif atau narrative intelligence (NI) mungkin masih sangat jarang terdengar. Istilah ini mengacu pada bagaimana sistem AI (artificial intelligence) memahami dan mendeskripsikan brand Anda di semua titik kontak digital.
Ketika seseorang bertanya kepada ChatGPT, Google Gemini, Anthropic’s Claude, atau Microsoft Copilot mengenai industri Anda, alat-alat ini memberikan satu jawaban pasti. Jika salah atau jawabannya sudah usang atau tidak relevan, maka bisa berarti menjadi realitas bahwa brand Anda sudah tidak dilirik oleh kebanyakan orang. Itulah mengapa narrative intelligence atau Reputation Engine Optimisation (REO), jika diterjemahkan berati Optimasi Mesin Reputasi menjadi penting karena menggunakan Public Relations (PR) untuk memastikan sistem AI mengambil fakta yang tepat dan mewakili brand / merek Anda secara akurat sebelum informasi yang salah menyebar.
AI tidak dapat mengutip apa yang tidak ada, jadi konten Anda harus menyusun cerita merek Anda di berbagai sumber tepercaya. Semakin banyak penyebutan berkualitas yang Anda kumpulkan melalui liputan media yang kredibel, laporan industri, dan komentar ahli, maka semakin besar kendali Anda atas narasi merek Anda dalam respons yang dihasilkan AI. Brand-brand yang bisa melalui ini akan memperlakukan visibilitas AI seperti asuransi reputasi: proaktif, konsisten, dan dibangun di atas dasar faktual.
Anda perlu secara kontinyu untu memeriksa bagaimana alat AI mendeskripsikan brand. Lalu membangun kehadiran yang kuat di publik melalui liputan media yang kredibel dan membuat konten berbasis fakta. Kemudian, Anda juga perlu memonitor seberapa sering brand Anda diperbincangkan dan seberapa akurat penggambaran brand tersebut. Anda bisa menggunakan monitoring tool seperti Meltwater, Brandwatch, Sprinklr, Talkwalker, Cision, Hootsuite, Sprout Social, YouScan, dan masih banyak lagi lainnya sehingga Anda dapat memperkuat visibilitas sebelum informasi yang salah menyebar.
Intinya, informasi negatif yang beredar di publik mungkin tidak bisa dibendung namun bisa dikurangi dampaknya. Anda perlu memperbanyak konten positif sehingga bisa dirujuk sebagai sumber oleh AI. Berikan umpan yang baik ke AI sehingga nantinya akan terbangun narasi yang bagus pula.
Penulis: Aditya Wardhana
