Enam Tahap Membangun Strategi PR yang Sukses
Membangun strategi public relations (PR) yang solid membutuhkan banyak kerja dan usaha. Meski begitu, hubungan yang terjalin dengan publik berdampak besar terhadap pertumbuhan dan kemakmuran merek, bahkan mampu mencapai hasil yang luar biasa bersama target audiens dari setiap perusahaan maupun institusi.
Strategi PR memungkinkan Anda mengendalikan bagaimana citra Anda tampil di mata publik, kompetitor, dan mitra bisnis. Oleh karena itu, artikel berikut akan membahas langkah-langkah untuk menciptakan perencanaan PR yang efektif.
Bagaimana Cara Membuat Strategi PR?
Sebagaimana telah dibahas di atas, membangun strategi PR membutuhkan perencanaan, fokus, dan ketelitian, serta melalui beberapa tahapan. Berikut adalah daftar langkah-langkah utama dalam mengelola dan menciptakan model rencana serta strategi PR menurut SEQARA Communications.
1. Identifikasi Tujuan atau Motif Strategi PR
Langkah pertama dalam membangun strategi PR yang baik adalah mengidentifikasi tujuan atau motif di balik hubungan tersebut. Tanpa tujuan, tidak ada yang bisa dicapai. Anda harus mampu menjawab pertanyaan: Apa yang ingin Anda raih setelah strategi PR berhasil?
Ketika menetapkan tujuan, Anda sebaiknya mematuhi strategi tujuan cerdas SMART, yang berarti rencana tersebut harus memenuhi sejumlah konsep, yaitu target yang spesifik (specific), terukur (measurable), dapat dicapai (achievable), relevan (relevant), dan berbatas waktu (time-bound).
Sebagai contoh, Anda dapat meningkatkan keterlibatan dengan karyawan dan menaikkan produktivitas mereka hingga 50%, meningkatkan kesadaran merek, memperbaiki reputasi perusahaan, memasuki pasar baru, atau tujuan serupa. Ingatlah untuk menuliskan berbagai tujuan Anda agar dapat terus ditinjau dan diakses, terutama saat menghadapi krisis.
Salah satu pakar di bidang public relations menyarankan perlunya berkomunikasi dengan pemilik perusahaan atau institusi, duduk bersama mereka, dan memastikan gambaran akhir dari tujuan yang ingin dicapai untuk membangun bauran public relations yang hebat. Setelah tujuan-tujuan ini terkonfirmasi, lanjutkan ke langkah berikutnya.
2. Melakukan Riset
Untuk memastikan kekuatan strategi PR yang ingin Anda ciptakan di perusahaan, Anda perlu melakukan studi dan riset yang memberikan informasi yang dibutuhkan terkait kompetitor, calon mitra, dan target audiens Anda.
Analisis SWOT memungkinkan Anda mengetahui kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), serta kompetitor Anda, sehingga Anda dapat merencanakan serta mengenali ancaman (threats) dan peluang (opportunities) guna mengoptimalkannya.
Pada tahap ini juga bermanfaat untuk meninjau kembali cara Anda berkomunikasi dengan pihak-pihak yang tertarik pada bisnis Anda di semua platform, seperti situs web dan media sosial perusahaan, sekaligus mengetahui pandangan publik tentang Anda secara daring.

3. Identifikasi Target Audiens
Salah satu langkah paling penting dalam membangun strategi PR adalah mengetahui seperti apa model target audiens Anda, memahami apa yang menggerakkan mereka dan apa yang menarik perhatian mereka. Ingatlah bahwa tidak semua orang bisa menjadi target dalam PR Anda; Anda perlu menggunakan kriteria-kriteria penting untuk mendefinisikan target audiens.
Kriteria tersebut bisa bersifat demografis, seperti jenis kelamin, usia, tempat tinggal, pendapatan ekonomi, atau pendidikan. Alat-alat analisis data dapat sangat membantu Anda mengidentifikasi audiens yang tepat untuk public relations Anda.
Para pakar di bidang ini menyarankan untuk berfokus pada solusi atas masalah pelanggan, bukan pada fitur atau produk perusahaan semata.
4. Memilih Rencana PR yang Tepat
Anda mungkin masih bingung antara pemasaran dan pembangunan PR. Di sinilah muncul rencana PR yang tepat untuk menjangkau target audiens dan membangun hubungan yang kokoh dengan mereka, terlepas dari urusan pemasaran atau promosi secara langsung.
Berikut adalah daftar strategi dan taktik PR yang paling populer:
- Media: Membangun strategi public relations dengan media massa seperti surat kabar diperlukan untuk menjangkau target audiens, di mana surat kabar dan saluran televisi membantu menyebarkan berita penting tentang perusahaan.
- Influencer: Strategi influencer sangat baik dan modern dalam membangun PR. Influencer memiliki peran serta pengaruh besar dalam menceritakan kisah hebat tentang perusahaan Anda yang menarik perhatian audiens, meningkatkan minat mereka, dan menambah kredibilitas misi Anda.
- Memanfaatkan peristiwa eksternal: Strategi ini mirip dengan penggunaan tren dalam pemasaran, yang menunjukkan bagaimana memanfaatkan berita terkini demi publisitas dan visibilitas yang lebih besar di media sosial dan media massa. Hal ini berkontribusi pada audiens yang lebih luas, meningkatkan kesadaran merek, dan mempercepat pembangunan strategi PR yang kuat.
Tidak mungkin mengetahui rencana mana yang tepat bagi Anda tanpa bereksperimen dengan berbagai strategi. Meskipun tren-tren ini ada, para pakar sering menyarankan untuk menciptakan cara-cara baru demi meraih kesuksesan bersama pelanggan.
5. Membuat Jadwal Waktu untuk Membangun Strategi PR
Setelah menentukan tujuan dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk membangun strategi public relations, program waktu harus disusun untuk mempelajari kemajuan strategi PR, mengidentifikasi faktor-faktor yang paling berpengaruh, lalu mengatur tenggat waktu untuk setiap tahap.
Selain itu, perlu mengelola dan menetapkan tenggat waktu untuk memperoleh dukungan publik dari institusi, investor, dan pemangku kepentingan, karena hubungan-hubungan ini berfokus pada pembangunan proyek dan pencapaian public relations yang inklusif.
6. Menentukan Indikator Keberhasilan dan Mulai Mengukur
Anda perlu mengelola dan menentukan ukuran keberhasilan (indikator pengukuran kinerja yang realistis atau digital), karena tanpanya Anda tidak dapat mengetahui apakah tujuan yang ditetapkan pada langkah pertama telah tercapai atau belum.
Setiap strategi mengikuti cara tertentu dalam mengukur kemajuan dan keberhasilan. Sebagai contoh, jika strategi PR dibangun di situs web, jumlah kunjungan dan klik menjadi faktor paling menonjol. Jika strategi PR dibuat di media sosial, jumlah pengikut dan jangkauan menjadi hal yang krusial.
Ukuran PR lainnya juga perlu dikelola dan diperhatikan, seperti tingkat pentalan (bounce rate) situs web, rasio konversi, peningkatan jumlah pelanggan baru, perbaikan suasana hati karyawan, serta peningkatan peringkat situs Anda di mesin pencari.
Ingatlah bahwa Anda tidak dapat mengukur semua metrik, jadi fokuslah pada praktik yang memungkinkan Anda membaca metrik yang paling penting.
Kesimpulan
Selalu dinyatakan bahwa membangun strategi PR modern membutuhkan kajian dan perenungan, terutama di masa krisis. Namun, hal ini tidak berarti membuatnya terlalu rumit; sebaliknya, mulailah dengan desain yang sederhana dan seiring waktu berkontribusilah pada pengembangan dan penyempurnaan strategi tersebut. Kursus-kursus Public Relations daring dapat membantu Anda mengembangkan dan menerapkan strategi yang efektif untuk menjangkau PR kontemporer.
