Marketing Public Relations Sebagai Jembatan Penghubung antara Hati Konsumen dan Produk

Kita sering kali menemukan dua istilah yang berjalan beriringan namun tidak selalu dipahami dengan baik yaitu public relations (PR) dan marketing. Marketing public relations (MPR) 1 hadir sebagai jembatan yang menyatukan kekuatan kedua dunia ini. Jika marketing fokus pada bagaimana produk sampai ke tangan konsumen dan uang masuk ke kas perusahaan, maka public relations seperti SEQARA Communications bekerja di ranah yang lebih halus yaitu membangun kepercayaan, menciptakan citra positif, dan membuat orang merasa dekat dengan merek. MPR adalah perpaduan sempurna antara ajakan membeli dan ajakan mencintai.
Sering sekali timbul kebingungan di kalangan pebisnis kecil tentang perbedaan kedua fungsi ini. Mereka berpikir cukup membuat iklan bagus lalu semua urusan selesai. Padahal iklan hanyalah satu sisi dari koin. Sisi lainnya adalah bagaimana membuat orang percaya bahwa iklan itu benar. Di sinilah MPR mengambil peran. Melalui liputan media, acara yang melibatkan komunitas, atau program tanggung jawab sosial yang tulus, MPR membangun fondasi kredibilitas yang membuat sebuah iklan menjadi lebih masuk akal di mata konsumen. Tanpa fondasi ini, iklan hanya akan terdengar seperti klaim kosong.
Yang menarik dari MPR adalah pendekatannya yang tidak langsung dan lebih halus. Marketing biasa akan terang-terangan mengatakan beli produk kami karena bagus. Sementara MPR akan bekerja di belakang layar membuat orang membicarakan produk karena kagum, karena tersentuh, atau karena merasa terwakili. Contoh sederhana ketika sebuah perusahaan mengadakan pelatihan gratis untuk ibu rumah tangga lalu media memberitakannya, publik tidak merasa sedang melihat sebuah iklan. Mereka justru merasa perusahaan itu peduli. Padahal di balik itu semua, nama perusahaan akan terus disebut sehingga mudah diingat. Inilah keahlian MPR dalam menanamkan pesan tanpa membuat publik merasa digurui.
Pada praktiknya, MPR memiliki banyak sekali bentuk, bisa berupa artikel yang membahas keahlian pendiri perusahaan di media ternama sehingga orang percaya pada kapasitasnya. MPR juga dapat berupa acara amal yang melibatkan karyawan sehingga publik melihat sisi manusiawi perusahaan. Bentuk lainnya adalah kerja sama dengan tokoh masyarakat yang disegani untuk memberikan testimoni bukan sekadar endorsement 2 bayaran. Semua kegiatan ini ujungnya sama yaitu membuat publik memiliki alasan emosional untuk memilih produk selain alasan rasional seperti harga atau kemasan. Paduan antara hati dan logika inilah yang membuat konsumen tidak mudah berpaling ke pesaing.
MPR adalah investasi jangka panjang yang hasilnya mungkin tidak langsung terlihat dalam laporan penjualan bulanan. Namun ketika krisis melanda, ketika pesaing bermunculan, atau ketika pasar lesu, perusahaan dengan MPR yang kuat akan bertahan lebih lama. Konsumen yang sudah memiliki ikatan emosional akan lebih sabar menunggu, lebih mudah memaafkan kesalahan, dan lebih setia meskipun ada godaan dari merek lain. Hubungan emosional adalah benteng terakhir yang sulit ditembus kompetitor. Dan MPR adalah arsitek di balik benteng kokoh itu.
- Marketing Public Relations (MPR) adalah strategi perpaduan antara fungsi public relations (PR) dan pemasaran yang bertujuan untuk meningkatkan brand image dan mendorong penjualan. Fokus MPR adalah menyebarkan informasi persuasif melalui media dan acara khusus untuk membangun kepercayaan konsumen serta menciptakan impresi positif yang relevan, lebih efisien daripada iklan konvensional. ↩︎
- Endorsement adalah strategi pemasaran yang menggunakan figur publik seperti artis atau selebriti dan influencer untuk merekomendasikan produk/jasa kepada audiens mereka melalui testimoni, ulasan, atau penggunaan langsung. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran merek (awareness), kepercayaan, dan daya tarik produk, yang umumnya dilakukan melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, atau YouTube ↩︎
Penulis: Aryo Meidianto
