10 Tren yang Bakal Menguat di Industri PR

Lanskap PR (Public Relations) di tahun ini diperkirakan akan berubah lebih cepat daripada tahun 2025. Pada tahun 2026 tren PR berkutat mulai dari pengukuran ROI (return of investment), membangun brand, jumlah media yang semakin menyusut hingga integrasi AI (artificial intelligence) yang semakin masif.
Tren #1: Pengukuran ROI
Sebagian besar praktisi PR masih belum dapat menghubungkan upaya PR dengan pendapatan, selain kesulitan lainnya untuk membuktikan ROI melalui tim komunikasi. Salah satu solusi adalah dengan membangun model korelasi yang menghubungkan liputan media secara langsung ke saluran penjualan dan tingkat konversi.
Tren #2: Membangun Brand
Membangun merek akan menjadi prioritas utama bagi agensi PR dan tim humas internal dari brand di tahun 2026. Keberhasilan akan bergantung pada pembuktian keterkaitannya secara langsung dengan pertumbuhan dan kepercayaan.
Tren #3: Lebih Sedikit Jurnalis
Di tahun 2026 jumlah media dan jurnalis akan menyusut cukup signifikan. Liputan berita industri dipastikan juga semakin sulit, sehingga PR perlu fokus membangun hubungan yang lebih mendalam dengan kelompok inti jurnalis tingkat atas dengan memberikan story telling yang menarik ditambah data dan wawasan eksklusif.
Tren #4: AI sebagai Kekuatan Pelengkap
Sebagian besar agensi PR termasuk SEQARA Communications setuju dengan kemampuan AI untuk mempercepat produksi konten. Namun yang terpenting dari penggunaan AI adalah menyeimbangkan antara otomatisasi dengan strategi, kreativitas dan penilaian.
Tren #5: Budget Kian Menyusut
In this economy, sebagian besar profesional agensi PR memperkirakan anggaran untuk aktivitas kehumasan akan mengalami penurunan cukup banyak. Brand dan perusahaan cenderung menghemat anggaran di tahun 2026. Namun demikian, apabila agensi PR bisa memberikan pengukuran ROI PR yang jelas maka bisa berpotensi tetap mendapatkan tambahan budget dari klien.
Tren #6: Bercerita mampu Menonjol
Persaingan untuk mendapatkan perhatian tidak pernah seintens ini. Audiens terus-menerus ditarik ke berbagai arah di media sosial, podcast, email, dan iklan digital. Itulah mengapa merek yang akan sukses di tahun 2026 adalah merek yang fokus pada bercerita yang jelas, sederhana, dan autentik.
Tren #7: Kepemimpinan Pemikiran menjadi Penting
Pelanggan dan klien menginginkan keahlian, bukan hanya iklan. Kepemimpinan pemikiran terus menjadi cara ampuh bagi bisnis untuk membangun kredibilitas dan tetap diingat. Hal ini mencakup segala hal mulai dari artikel kontribusi hingga keterlibatan dalam berbicara di depan umum dan komentar industri. Bekerja dengan agensi PR yang berpengalaman seperti SEQARA Communications membantu mengidentifikasi di mana para eksekutif Anda dapat bersinar.
Tren #8: Media Sosial Tidak cukup untuk Membangun Kepercayaan
Meskipun platform media sosial tetap penting, bisnis tidak dapat lagi hanya mengandalkan platform tersebut. Audiens ingin melihat validasi pihak ketiga (media online dan offline) dalam publikasi yang bereputasi, bukan hanya postingan yang dikurasi.
Tren #9: Brand perlu Menunjukkan Kepribadian
Audiens cenderung tertarik pada brand yang terasa mudah didekati dan manusiawi. Personality atau kepribadian dari sebuah brand yang dikombinasikan dengan strategi akan membanti membangun hubungan yang lebih kuat dengan target audiens.
Tren #10: Manajemen Reputasi Semakin Dicari
Reputasi dari sebuah brand perlu dikelola dengan baik sehingga tidak memunculkan hal-hal negatif. Ketika masalah yang terkait dengan krisis muncul dan berpotensi menggoyang reputasi maka perlu adanya tim manajemen krisis seperti halnya SEQARA Communications – yang tidak hanya sebagai agensi PR semata namun integrated communications agency.

Penulis: Aditya Wardhana